PUJAWATI - Akidah Akhlak - MTs N 1 Sleman


 KELAS.7 Bab 1 Akidah Islam ( pertemuan ke-1 ) 27 Juli 2021

 Assalamu'alaikum WW, Anak2 kelas 7 A- F

Pertemuaan kita yang pertama ini ibu akan memperkenalkan diri dulu, 

Nama : Pujawati, biasa dipanggil Ibu Puja

Alamat : Tiwir  Sumbersari Moyudan Sleman

Mengajar : Akidah Akhlak

Motto       : HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN

Tugas kalian mempersiapkan satu buku tulis khusus pelajaran Akidah Akhlak kasih nama, kelas, no absen  dimana waktu-waktu tertentu kalian harus mengerjakan di buku tulis dan nanti dikumpulkan bila suasana sudah aman.

Materi selama satu semester ini ada  5  Bab

1 .Akidah Islam

2. Sifat - sifat Allah SWT

3. Tobat, taat, istiqomah, dan ikhlas

4.  Adab sholat dan berdzikir

5.  Keteladanan Nabi Sulaiman as

Nah...pada pagi hari ini silahkan kalian baca dan fahami salah satu kisah dibawah ini, kisah tersebut ada hubungannya dengan BAB 1 yaitu Akidah Islam


Cerita Ashabul Kahfi 

Kisah ini diabadikan dalam Al-quran, bahkan dijadikan salah satu nama surah: Al-Kahfi, yang berisi cerita dan pelajaran penting mengenai teguhnya keimanan kepada Allah SWT. Dalam uraian "Kisah Teladan Ashabul Kahfi" yang diterbitkan Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa Ashabul Kahfi adalah para pemuda beriman yang hidup di pemerintahan raja zalim, Raja Diqyanus di Aphesus, Romawi. Pada masa itu, keyakinan yang dianut raja dan rakyat di bawah pemerintahannya adalah ajaran pagan penyembahan berhala. Suatu ketika, sang raja mendengar bahwa ada tujuh pemuda yang tidak mengikuti ajarannya. Mengetahui hal tersebut, ia marah dan memanggil sekelompok pemuda tersebut. Ketika dihadapkan kepada Raja Diqyanus, mereka diminta untuk menanggalkan keimanan kepada Allah SWT dan mengganti keyakinan mereka untuk turut menyembah berhala. Akan tetapi, semuanya menolak dengan lantang dan kabur meninggalkan kota Aphesus.

 Mereka memohon perlindungan kepada Allah SWT. Tujuh pemuda ini lari hingga mencapai sebuah bukit dan menemukan sebuah gua yang mereka jadikan tempat persembunyian mereka. Selama masa pelarian mereka juga, terdapat seekor anjing bernama Qitmir yang mengawani perjalanan itu. Atas izin Allah SWT, tujuh pemuda dan seekor anjing ini tertidur selama 309 tahun dalam gua itu. Setelah tiga abad terlelap, mereka terbangun lagi ketika raja zalim Diqyanus sudah wafat dan kota Aphesus dipimpin oleh raja yang beriman kepada Allah SWT. Ketika mereka terbangun, tak seorang pun dari mereka yang menyadari bahwa sudah tertidur dalam waktu yang amat lama.

 Lantas, ketika mengetahui bahwa mereka sudah mengalami keanehan sebagai bukti kebenaran Allah SWT, mereka berdoa: "Ya Allah, dengan kebenaran yang telah Kau perlihatkan kepada kami tentang keanehan-keanehan yang kami alami sekarang ini, cabutlah kembali nyawa kami tanpa sepengetahuan orang lain!" 

Allah SWT mengabulkan doa mereka dan mencabut nyawa ketujuh pemuda tersebut. Keteladanan dan Pelajaran dari Kisah Ashabul Kahfi Berdasarkan kisah Ashabul Kahfi, terdapat sejumlah keteladanan dan pelajaran yang bisa dipetik. Dalam artikel ilmiah yang dimuat di jurnal Edu-Religia, dijelaskan sejumlah nilai-nilai yang bisa dipelajari dari kisah Ashabul Kahfi sebagai berikut:

1. Nilai Akidah Kisah Ashabul Kahfi menjelaskan bahwa iman dan akidah merupakan hal penting yang harus diperjuangkan. Kendati diancam untuk dibunuh dan dipaksa menanggalkan keimanan kepada Allah SWT, ketujuh pemuda beriman tersebut bersikeras dan tetap mempertahankan iman dan akidah mereka, meskipun harus kabur dan mengasingkan diri.

2. Nilai Akhlak Terdapat sejumlah nilai akhlak yang bisa dipetik, misalnya kejujuran, konsistensi (istikamah), tawakal, ikhtiar, dan lain sebagainya. Dalam kisah di atas, kendati raja Diqyanus mengancam untuk membunuh siapa pun yang tidak menganut ajaran pagan penyembahan berhalanya, ketujuh pemuda itu tetap jujur menyampaikan bahwa mereka beriman kepada Allah SWT. Setelah itu, mereka berikhtiar untuk menyelamatkan diri, serta bertawakal kepada Allah SWT. Sikap ikhtiar, kemudian tawakal, serta berserah diri kepada Allah SWT inilah yang menyelamatkan diri mereka hingga memperoleh rida Allah SWT.

 3. Nilai Takwa Para pemuda Ashabul Kahfi merupakan sekelompok pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Allah, apa pun kondisi yang mereka alami. Teladan untuk istikamah dalam bertakwa ini merupakan sikap mulia orang-orang beriman, kendati dalam keadaan sulit, seperti yang dialami para pemuda Ashabul Kahfi ini.


NAH...DARI KISAH DIATAS KAMU WAJIB MEMBUAT  PERTANYAAN DITULIS DIBUKU TULISMU  DIKUMPULKAN NANTI KALAU KONDISI SUDAH AMAN,  DENGAN KATA :

1. SIAPA

2. MENGAPA

3. DIMANA

4. BAGAIMANA


CONTOH

1. SIAPA TOKOH UTAMA  KIDAH DIATAS  ?

2.MENGAPA...

3.DIMANA...

4.BAGAIMANA...


JANGAN LUPA  WAJIB ABSEN LEWAT LINK YANG IBU BAGI DI GRUP KELAS  YA

Wassalamu'alaikum WW


Komentar

  1. Muhammad Hasbi 7E no.absen 19

    BalasHapus
  2. Adeliasari Kusumaningtyas
    1
    7F

    BalasHapus
  3. Adinda Khairunnisa
    7B
    02

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Nova salsabila noor arifah
    7c
    24

    BalasHapus
  6. Muhammad Rayhan Saputra
    25
    7F

    BalasHapus
  7. 𝙵𝚊𝚒𝚣 𝚠𝚊𝚑𝚢𝚞 𝚗𝚞𝚐𝚛𝚘𝚑𝚘
    10
    7𝚎

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Makhsusum Bil Ngizzi
    7A
    14

    BalasHapus
  10. Alfanda Dewa Candra Priyatna
    03/7D
    Hadir

    BalasHapus
  11. Imam Safarudin kelas7B no absen 13

    BalasHapus
  12. Piaggio Cindy Murti
    27/7F
    Hadir

    BalasHapus
  13. Humaira Azzahra Ramadhani
    7F
    17

    BalasHapus
  14. Rhegar RaviArdi Hermawan
    9C
    21

    BalasHapus
  15. Nirwasita Afra Budiandini
    7c
    22

    BalasHapus
  16. Dimas nara advice nalendra
    6
    7E

    BalasHapus
  17. irfan andriyanto
    9B
    21

    BalasHapus
  18. Dafa Hafidh firdaus
    Kls 7a
    Absen 7

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer